Ramadan Bulan Membangun Generasi Intelektual untuk Masa Depan

Ramadan Bulan Membangun Generasi Intelektual untuk Masa Depan
Riski Maulizar (Kader Intelektual Muhammadiyah Lhokseumawe)

Oleh : Riski Maulizar (Kader Intelektual Muhammadiyah Lhokseumawe)

OPINI - Bulan suci Ramadan dimana semua amal perbuatan manusia yang positif akan bernilai ibadah dan perbuatan yang negatif bernilai dosa bahkan semuanya baik pahala dan dosa akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk membijaki itu maka diperlukannya sebuah konsistensi diri  atau integritas dalam menjalankan hidup ini, tinggal tergantung kita mau meilih jalan pahala ataupun jalan dosa.

Bagaimana menumbuhkan konsistensi diri atau integritas pada bulan ramadan yang suci dan mulia ini ?

Pertama, lakukan perbuatan semata-mata karena Allah SWT. tak jarang kita melakukan sesuatu tergadang bukan karena Allah, tetapi karena hal lain yang justru akan mengurangi nilai ibadah kita kepada ALllah. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah kepada-KU.” (Q.S : 51:56)

Kedua, Selalu berbuat jujur, menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan. Andaikan semua yang kita ucapkan ini terekam dan dapat diputar kembali, betapa malunya diri kita karena banyaknya ucapaan kita yang tidak sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan setiap hari. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an: “Apabila kamu berbicara, berbicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabatmu dan penuhilah janji ALLAH. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.” (Q.S : Al-An’am : 152). Rasululloh SAW dalam hadistnya menyebutkan “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (Menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, Selalu berpegang teguh pada kebenaran. Tidak jarang kita sebagai manusia terkadang mengambil jalan pintas untuk memuaskan nafsu kita. Padahal, hal tersebut tidak dibenarkan oleh agama, kita sebagai manusia terlalu tamak mengejar dunia sehingga tidak mampu membedakan antara mana yang halal dan mana yang haram, mana yang menjadi hak kita dan mana yang menjadi hak orang lain. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an : “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).” (Q.S: At-Taubah : 119)

Semoga kita dapat menjalankan dan membagun integritas ini mulai dari sekarang dan mudahan di golongkan ke dalam orang-orang yang jujur dan selalu membela kebenaran meskipun banyak gunjingan dan cobaan.

Lhokseumawe Aceh
Eko Prasetyo

Eko Prasetyo

Previous Article

Partai UKM adalah Partai Modern Berbasis...

Next Article

Relawan Letho DKI Jakarta Bagikan Sejuta...

Related Posts